Welcome To The Blog Network

Rabu, 10 November 2010

Contoh Desain Jaringan Internet untuk Pelanggan ISP



Akses Internet semakin banyak di butuhkan oleh berbagai pihak, baik untuk kantor, warnet, game online, sekolah, kampus bahkan dirumah.
Untuk lebih memudahkan pelanggan dalam mengimplementasikan jaringan Internet di lingkungannya berikut adalah beberapa contoh umum yang dapat digunakan dalam merancang jaringan komputer berbasis TCP/IP.

Contoh 1.

Akses Internet melalui:
Wireless LAN (WLAN) / Leased line
Implementasi untuk:
  • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
  • Kantor Cabang
  • Sekolah
  • Warung Internet atau Game Online
Aplikasi untuk:
  • Browsing Internet
  • Chatting
  • Download / Upload
  • VoIP = Voice Over Internet Protocol
  • Game online
Keterangan:
  • Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dapat menggunakan teknik Port Forwarding.
<!–[if !vml]–> Image
Gambar 1. Jaringan Internet Sederhana menggunakan WLAN

Contoh 2.

Akses Internet melalui:
Wireless LAN (WLAN)
Implementasi untuk:
  • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
  • Kantor Cabang
  • Sekolah
  • Warung Internet atau Game Online
Aplikasi untuk:
  • Browsing Internet
  • Chatting
  • Download / Upload
  • VoIP = Voice Over Internet Protocol
  • Game online
Keterangan:
  • Terdapat DMZ = De Military Zone untuk sistem keamanan Server
  • Dapat menambahkan 1 Server yang dapat diakses dari Internet
  • Membutuhkan 4 IP Public = 1 IP Public untuk server yang dapat diakses langsung dari Internet, 1 IP Public sebagai gateway dari server yang ada, 1 IP Public sebagai Network Address, 1 IP Public sebagai Broadcast Address.
Image<!–[if !vml]–>
<!–[endif]–>

Gambar 2. Jaringan Internet dengan DMZ menggunakan WLAN

Contoh 3.

Akses Internet melalui:
Wireless LAN (WLAN)
Implementasi untuk:
  • Perusahaan menengah
  • Kantor Pusat
  • Kampus
Aplikasi untuk:
  • Browsing Internet
  • Chatting
  • Download / Upload
  • VoIP = Voice Over Internet Protocol
  • Application Server
Keterangan:
  • Memerlukan alokasi /29 dengan 8 IP Public = 5 IP Public untuk server yang dapat diakses langsung dari Internet, 1 IP Public sebagai gateway dari server yang ada, 1 IP Public sebagai Network Address, 1 IP Public sebagai Broadcast Address.
  • Memiliki Netname sendiri yang dapat di whois dari Internet.
  • Membutuhkan Network/System Administrator.
<!–[if !vml]–>Image
Gambar 3. Jaringan Internet dengan alokasi /29 menggunakan WLAN

Contoh 4.

Akses Internet melalui:
ADSL
Implementasi untuk:
  • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
  • Kantor Cabang
  • Sekolah
  • Warung Internet atau Game Online
Aplikasi untuk:
  • Browsing Internet
  • Chatting
  • Download / Upload
  • VoIP = Voice Over Internet Protocol
  • Game online
Keterangan:
  • Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dapat menggunakan teknik Port Forwarding, tetapi perlu diketahui teknologi ADSL tidak cocok untuk menempatkan web server di dalam jaringan karena sifatnya yang Asymmetric dimana Downstream biasanya besar tetapi Upstream kecil.
Image<!–[if !vml]–>
<!–[endif]–>

Gambar 4.Jaringan Internet Sederhana Menggunakan ADSL menggunakan modem eksternal

Contoh 5.

Akses Internet melalui:
ADSL
Implementasi untuk:
  • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
  • Kantor Cabang
  • Sekolah
  • Warung Internet atau Game Online
Aplikasi untuk:
  • Browsing Internet
  • Chatting
  • Download / Upload
  • VoIP = Voice Over Internet Protocol
  • Game online
Keterangan:
  • Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dapat menggunakan teknik Port Forwarding, tetapi perlu diketahui teknologi ADSL tidak cocok untuk menempatkan web server di dalam jaringan karena sifatnya yang Asymmetric dimana Downstream biasanya besar tetapi Upstream kecil.
<!–[if !vml]–>
Image

Gambar 5.
Jaringan Internet Sederhana Menggunakan ADSL
menggunakan modem internal/USB


Contoh 6.

Akses Internet melalui:
ADSL
Implementasi untuk:
  • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
  • Kantor Cabang
  • Personal
Aplikasi untuk:
  • Browsing Internet
  • Chatting
  • Download / Upload
  • VoIP = Voice Over Internet Protocol
  • Game online

<!–[if !vml]–>Image
<!–[endif]–>

Gambar 6. Jaringan Internet Personal menggunakan ADSL

Contoh 7.

Akses Internet melalui:
Wireless LAN (WLAN), ADSL, Fiber Optic, Leased Line dll.
Implementasi untuk:
  • APARTEMENT
  • Gedung Perkantoran
Aplikasi untuk:
  • Browsing Internet
  • Chatting
  • Download / Upload
  • VoIP = Voice Over Internet Protocol
  • Game Online
Keterangan:
  • Akses Internet melalui infrastruktur kabel telepon gedung , dimana Internet di tumpangkan pada kabel telepon yang ada di Apartment atau gedung perkantoran.
  • Pelanggan cukup menggunakan Home PNA Adaptor atau ADSL modem biasa sebagai pengganti modem.


Image
Gambar 7. Jaringan Internet menggunakan Home PNA

Selasa, 09 November 2010

Keamanan Pada Jaringan Wireless





Mudahnya pengaturan dan rasa nyamannya jaringan nirkabel internet (wireless), tidak menutup kemungkinan jaringan nirkabel ini untuk di-hack, untuk itu perlu adanya pengamanan pada jaringan nirkabel ini. Dibawah ini ada beberapa tips untuk Anda.
Langkah langkahnya sebagai berikut

1.    Memakai Enkripsi.
Enkripsi merupakan ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAP) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.

2.    Pakai Enkripsi yang Kuat.
Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan juga Wi-Fi Protected Access (WPA). Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.

3.    Ganti Default Password Administrator.
Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.

4.    Mematikan SSID Broadcasting.
Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.

5.    Matikan WAP Saat Tidak Dipakai.
Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.

6.    Ubah default SSID.
Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.

7.    Memakai MAC Filtering.
Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.

8.    Mengisolasi Wireless Network dari LAN.
Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.

9.    Mengontrol Signal Wireless. 802.11b.
WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.

10.    Memancarkan Gelombang pada Frequensi yang Berbeda.
Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.

PENYUSUPAN & SERANGAN DI JARINGAN WIRELESS

PENYUSUPAN & SERANGAN DI JARINGAN WIRELESS

Penggunaan Wireless LAN (WLAN) yang sering digunakan setiap waktu mulai dari bandara, restoran, café-café, ataupun personal di rumah-rumah menandakan betapa pertumbuhan infrastruktur jaringan wireless ini sangat cepat menyebar, yang mana bidang bisnis dibidang ini khususnya menjual akses bandwith internet/data sangat dirasakan faedahnya. Seperti halnya bisnis proteksi system kemanan pada PC dan internet, yang harus di pahami oleh para penyedia layanan tersebut bahwa wireless juga memiliki resiko-resiko kemanan walaupun mereka menyediakan produktivitas ataupun mobilitas.
Sistem keamanan di jaringan wireless sebenarnya sangat rentan disusupi oleh attacker (penyerang) atau hacker yang turut meramaikan trafik jaringan wireless target dan bahkan sifatnya bisa merusak, seperti mencuri data, mengobrak-abrik system keamanan, merusak konfigurasi system dan yang sekarang ini lagi tren karena semakin berjamurnya Access Point oleh penyedia internet (ISP) yaitu dengan cara numpang bandwith untuk mendapatkan akses internet gratis dengan menembus system keamanan jaringan wireless AP tersebut. Pertanyaannya, maukah anda menjadi target oleh hacker atau attacker tersebut, tentulah jawabannya “tidak”., untuk itu perlu mengetahui apa yang menjadi celah sehingga system keamanan jaringan wireless bisa di susupi dan bahkan diserang serta dihancur leburkan.
Sebelum mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi penyusupan/serangan terhadap jaringan wireless, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu hal-hal mengapa wireless bisa sedemikian bisa terancam, karena beberapa pengguna wireless tidak bisa membayangkan jenis bahaya apa yang sedang menghampiri mereka saat sedang berasosiasi dengan Wireless Access point (WAP) seperti pancaran sinyal WLAN dapat dimasuki penyusup dan serangan juga berasal dari segala arah yang mengalir melalui gelombang radio.
Berikut jenis-jenis ancaman wireless yang dapat menjadi ancaman di jaringan wireless, diantaranya :
1.Sniffing to Eavesdrop
Packet yang merupakan data seperti Akses HTTP, Email dll, yang melewati transmisi wireless gelombang dapat dengan mudah juga ditangkap dan dianalisa oleh attacker dengan menggunakan aplikasi “Packet Sniffer”
2.Deniel Of service attack
Serangan jenis ini yaitu dengan membanjiri/flooding yang mengakibatkan sinyal wireless berbenturan dan menghasilkan packet-packet yang rusak.
3. Man in the middle attack
Peningkatan kemanan dengan teknik enkipsi dan authentikasi, sebenarnya masih juga bisa ditembus dengan cara mencari kelemahan operasi protocol jaringan. Salah satunya dengan mengeksploitasi protocol address resolution protocol (ARP) pada TCP/IP sehingga hakcer yang cerdik dapat mengambil alih jaringan wireless tersebut, hal inilah dikenal dengan nama “Man in the Midle Attack”
4. Rogue/Unauthorized Access Point
Rogue AP ini merupakan ancaman karena adanya AP liar yang dipasang oleh orang yang ingin Menyebarkan/memancarkan lagi tranmisi wireless dengan cara illegal/tanpa izin, yang menyebabkan penyerang dapat menyusup di jaringan melalui AP rogue ini.
5. Access Point yang dikonfigurasi tidak benar
Hal ini sangat banyak terjadi karena kurangnya pemahaman dalam mengkonfigurasi system keamanan AP. Kegiatan yang mengancam keamanan jaringan wireless tersebut di atas dilakukan dengan cara-cara yang dikenal dengan nama Warchalking, WarDriving, WarFlying, WarSpamming, WarSpying dll. Banyaknya Access Point/Base Station yang dibangun khususnya di ibukota Jakarta atau kota besar lainnya yang seiring dengan mulai murahnya biaya berlangganan koneksi internet maka kegiatan-kegiatan hacking ytersebut di atas, biasa diterapkan untuk mendapatkan akses internet secara illegal yang tentunya tanpa perlu membayar alias gratis…tis…tis….

Gambar simbol Warchalking
Kelemahan-kelemahan protokol di jaringan wireless
Kelemahan-kelamahan dari sifat jaringan wireless, sebenarnya tidak terlepas juga dari kelemahan-kelemahan berbagai macam protocol yang dimilikinya. Antar lain:
1. EAPOL (Extensible Authentication Protocol)
EAPOL merupakan salah jenis protokol umum untuk Authentikasi wireless dan Point-to-Point connections yang mencakup metode EAP-MD5, EAP-TLS, EAP-SIM, EAP-TTLS, LEAP, PEAP. Bagaimana proses terjadinya hubungan komunikasi antara client dan hotspot ?, saat client yang resmi mengirimkan paket ke AP, maka AP menerima lalu memberikan responnya, hal itu terjadi karena AP telah mengidentifikasi client resmi tersebut atau AP telah melakukan proses pembuktian identitas (otorisasi). Dari protokol EAPOL tersebut terdapat celah yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai authentikasi tersebut (Handshake). Namun nilai authentikasi tersebut hanya terdapat saat-saat awal terjadinya komunikasi client resmi dengan AP, selanjutnya jika sudah terhubung protokol EAPOL tidak akan muncul lagi kecuali muncul saat 10ribu paket berikutnya.
Jika seorang hacker yang jeli maka dengan mudah memanfaatkan protokol tersebut dapat secepatnya membuat EAPOL muncul dengan cara EAPOL Attack, EAPOL Attack?? Bagaimana cara melakukannya? Yaitu dengan mengirim/injection paket EAPOL yang telah dispoofing berisikan spoofing alamat SSID yang diselaraskan menyangkut Mac Addres dan Ip addres source/destination. Ketika Client resmi mengirimkan paket EAPOL agar mendapat respon ke AP dengan mengatakan “nih saya client resmi dan ini ID card saya, apakah saya diperbolehkan masuk ?” Selanjutnya AP memerika ID card client, dengan mengatakan ID Card kamu Valid dan diberilah nomor masuk keruangan, silahkan anda masuk. Nah …client attacker dengan jelinya memanfaatkan kelemahan protokol tersebut dengan membuat ID Card Palsu agar juga dibolehkan masuk oleh AP dan mendapatkan nomor untuk memasuki ruangan yang sama.
2. Manajemen Beacon
Manajemen Beacon merupakan salah satu jenis protokol yang digunakan Setiap AP untuk memancarkan sinyal RF yang digunakan untuk mengabarkan keberadaan AP tersebut. Jika anda melakukan capture protokol beacon dan mendecodekannya akan mendapatkan bahwa manajemen beacon dalam setiap transmision ratenya mengirimkan sejumlah informasi seperti SSID, Jenis Enkripsi, Channel, Mac Address, dan lain-lain.
kelemahan yang dapat dimanfaatkan dari jenis protokol ini yaitu sebuah client attacker akan menangkap sebuah packet management beacon yang dipancarkan oleh AP, yang selanjutnya client attacker akan memancarkan kembali packet management beacon tersebut, biasanya beacon yang dipancarkan oleh AP intervalnya 100ms, kalau client attacker menangkap beacon AP lalu memancarkan beacon tersebut kembali maka akan terjadi 2 beacon yang sama, yang dikirimkan dari source yang berbeda namun berisikan informasi yang sama, artinya juga ada dua AP yang sama berisikan informasi SSID, Mac Address, yang sama. Apa yang berlaku jika hal ini terjadi ?, yang akan terjadi adalah seluruh client tidak dapat berkomunikasi dengan AP , dalam hal ini jika AP memancarkan beacon 100ms dan Client/AP attacker juga memancarkan management beacon dengan melakukan pengiriman yang beacon yang sama, maka akan menyebabkan AP tidak dapat lagi berkomunikasi dengan client-clientnya, kecuali attacker menghentikan mengirimkan sejumlah beacon tersebut.
3. De-authentication/DisAssociation Protocol
Istilah yang biasa digunakan untuk memanfaatkan celah protokol ini biasanya disebut dengan De-authentication Broadcast Attack, merupakan jenis serangan dengan cara membanjiri WLAN dengan De-authentication packet sehingga mengacaukan wireless service client, tools yang sangat terkenal dalam melakukan jenis serangan ini seperti WLAN Jack, Void11, Hunter Killer, Air Jack dan semuanya cuma berjalan di system operasi Linux misalnya Varian Linux yang bernama AUDITOR.

Gambar template packet format De-Authentication attack pada CommView yang siap melakukan Flood De-Authentication Packets.
Salah satu software yang dapat melakukan jenis serangan De-authentication Broadcast Attack yang dapat dijalankan di system operasi windows yaitu CommView for Wifi. Serangan jenis ini merupakan suatu jenis serangan yang juga paling berbahaya. Dengan serangan ini akan membuat disconnect/terputusnya koneksi client target target atau seluruh client yang berasosiasi dengan base station karena attacker melakukan permintaan pemutusan koneksi yang langsung direspon oleh AP, coba bayangkan kalau seandainya anda mempunyai perusahaan ISP betapa terpukulnya anda dan teknisi jaringan anda, karena adanya complain dari seluruh pelanggan-pelanggan mengenai putusnya/disconnect seluruh jaringan client. Kejadian ini tentu mengakibatkan mimpi buruk and yang membuat citra perusahaan menjadi buruk dan dapat kehilangan pelanggan. Jahatnya serangan ini jika dijalankan terus menerus maka selamanya client tidak akan bisa berasosiasi kembali dengan base station, Dan serangan ini juga tidak dapat dicegah, yah……. satu-satunya cara menunggu penyerang menghentikan serangannya, mimpi buruk bukan. Ihhhh……takut…..

Gambar salah satu feature CommView dalam melakukan Deauthentication Packets


Gambar Attacker dalam melakukan Serangan Deauthentication Packet
4. Sinyal RF Jamming
Sinyal RF merupakan gelombang elektromagnetik yang dipergunakan untuk saling bertukar informasi melalui udara dari satu node ke node lainnya. Sinyal RF sangat banyak digunakan untuk sekarang ini seperti memancarkan gelombang radio FM dan video pada televisi dan pada akhirnya digunakan juga untuk sebagai sarana pengiriman data melalui jaringan nirkabel.
Bagaimana memanfaatkan kelemahan sinyal RF tersebut ?. Sinyal RF memiliki kelebihan yang juga tentunya memiliki kelemahan seperti sifat sinyal RF yang mudah terganggu oleh sistem yang berbasis RF external lainnya seperti cordless phone, microwave, dan perangkat-perangkat bluetooth, dan lain-lain. Saat device tersebut digunakan secara bersamaan maka perfoma jaringan nirkabel akan dapat menurun secara signifikan karena adanya persaingan dalam penggunaan medium yang sama. Yang pada akhirnya karena gangguan tersebut dapat menyebabkan error pada bit-bit informasi yang sedang dikirim menyebabkan retransmisi dan penundaan bagi pengguna.
Kasus yang terjadi di Tanah air seperti yang pernah terjadi di daerah jogjakarta, maraknya warnet dan pelanggan internet berbasis nirkabel, sehingga banyak bermunculan ISP yang tak berizin (sewaktu saluran 2,4GHz masih belum bebas) untuk meraup keuntungan dari bisnis di usaha tersebut, hal inilah yang meyebabkan ISP resmi/berijin melakukan protes yang menyebabkan petugas berwenang secara arogan melakukan sweeping, untuk menertibkan ISP liar ini. Akibat yang ditimbulkan dari sweepeing ini yaitu lumpuhnya sebagian akese internet nirkabel di jogja, sehingga diduga adanya aksi balas dendam dengan melakukan serangan Sinyal RF jamming karena hampir seluruh sinyal ISP Nirkabel menjadi berantakan/ hancur lebur.
Dengan adanya serangan RF jamming yang menyebabkan berantakannya sinyal yang dipancarkan AP, yang akan menjadi celah seperti yang sudah saya jelaskan pada serangan lainnya. Serangan RF Jamming ini termasuk dalam kejadian interferensi di jaringan wireless.
5. Manajemen Probe-Request
Pada saat client pertama kali berusaha untuk mengkoneksikan dirinya dengan meminta kepada AP, maka AP melakukan Probe-Respond untuk memeriksa permintaan client tersebut apakah dibolehkan untuk memasuki kejaringan wireless tersebut. Celah yang dapat digunakan attacker dengan melakukan manipulasi paket Probe-request dan selanjutnya melakukan permintaan probe-request, coba anda bayangkan kalau seandainya permintaan dilakukan dengan mengirimkan permintaan sebanyak-banyaknya misalnya 500 paket dalam 1 detik, maka akan meyebabkan AP tidak akan mampu merespon paket yang begitu banyak, yang artinya AP tidak sanggup lagi berkomunikasi dengan client yang lainnya. Bukankah ini juga tergolong serangan Daniel of Service yang akan membuat Access point menjadi puyeng atau lumpuh.
Teknik Keamanan Jaringan Wireless dan Ancamannya
Penerapan system kemanan dijaringan wireless ada beberapa diantaranya :

1. Teknik Enkripsi

Salah satu metode enkripsi yang juga menyediakan metode authentikasi yang digunakan untuk mengamankan jaringan wireless adalah dengan Metode “Wired Equivalent Privacy (WEP)” yang di implementasikan pada Mac Layer yang mana WEP Key bersifat statik dan dalam prosesnya key rahasia yang dibagi pakai dan diberikan oleh pengguna pada pemancar pengirim dengan 24bit Initialization Vector (IVs), WEP menginput hasil daftar key ke dalam generator angka random sehingga menghasilkan stream key yang sama dengan panjang payload frame ditambah 32bit Integrity check Value (ICV). WEP mencakup IVs yang bersih sampai beberapa byte yang pertama pada bagian frame. Nah dengan hanya 24 bit itulah WEP akhirnya menggunakan IVs yang sama untuk paket data yang berbeda. Jenis Enkripsi ini sangat banyak diterapkan dibandingkan dengan jenis enkripsi yang lainnya, padahal jenis enkripsi ini merupakan jenis enkripsi yang paling tidak aman. karena WEP menggunakan enkripsi yang sifatnya statis sehingga dengan software seperti Airsnort, WepCrack, WepLab, dll seperti dibuktikan oleh saya sendiri, di contohkan pada gambar ini.

Gambar Wep Enkripsi yang berhasil di bongkar WEP Key-nya
Jenis enkripsi yg lainnya yaitu WPA merupakan jenis enkripsi yang mirip dengan WEP Standar Security Wi-Fi Protocol Access (WPA) 1.0 merupakan sebuah snapshot security 802.11i yang terbaru, mencakup mekanisme TKIP (Temporal Key Integrity Protocol). Kombinasi antara kedua mekanisme tersebut memberikan enkripsi key dan authentikasi yang dinamis., jenis metoda enkripsi ini hampir sama dengan jenis enkripsi yang lain yaitu enkripsi TKIP (Temporal Key Integrity Protocol).
Jika anda ingin menerapkan system kemanan dengan menggunakan metode enkripsi gunakanlah jenis enkripsi WPA atau TKIP, karena jenis enkripsi ini agak susah untuk di hacking. Tapi bukan berarti tidak bisa untuk dihacking, WPA enkripsi bisa juga untuk di hacking seperti yang dicontohkan pada gambar di bawah ini.

Gambar WPA Enkripsi yang berhasil di bongkar WPA Key-nya
2. Pemfilteran Mac Address
Pemfilteran Mac address merupakan pemfilteran di atas standar 802.11b untuk mengamankan jaringan. Dalam hal ini setiap Mac address client memiliki alamat fisik yang pasti berbeda untuk setiap cardnya. Cara kerja system ini yaitu mendaftarkan alamat mac addressnya agar mendapat otorisasi dari AP saat akan berasosiasi.
Pemfilteran Mac address ini sebenarnya juga tidak aman bahkan sangat tidak aman, karena Mac address dapat di ubah/dipalsukan/dispoofing supaya dianggap valid, selain hal tersebut Mac address yang berasosiasi dengan AP sangat mudah dideteksi keberadaannya dengan software seperti Airopeek NX, CommView, Omnipeek, Linkferret, Dll tanpa terlebih dahlu berasosiasi dengan AP, yang ditunjukan pada gambar di bawah.

Gambar Software yang mampu Mendeteksi keberadaan Mac Address yang berasosiasi dengan Access Point
System keamanan lainnya
Jenis system keamanan lainnya antara lain:
-Motode otentikasi lainnya seperti penggunan sistem radius (Remote Authetication Dial-in User Service) yang membuktikan identitas pengguna dengan menggunakan otentikasi server untuk menangani kontrol akses.
- Ap Isolation, Disable ICMP
- Disable SSID broadcast
-Disable DHCP server
-Proxy Authentication
- PVN dengan Authentication
- PPPoE dengan Authentication, dan lain-lain

Kebijakan Kemanan wireless

Sebelum menentukan kebijakan penggunaan system kemanan wireless, yang harus diperhatikan agar jaringan wireless tertutup bagi celah.penyusupan, kegiatan hacking, dan bentuk serangan lainnya, diantaranya :
1. Mengenali kebijakan penggunaannya apakah untuk corporate, perkantoran kecil, atau personal/rumahan untuk menentukan jenis kemanan yang ada. Dalam hal ini menggunakan enkripsi yang efektif..
2. Meninjau kembali system yang digunakan
3. memeriksa kembali konfigurasi perangkat yang digunakan
4. Mengidentifikasi adanya Rogue AP
5. Mengerjakan uji penetrasi dengan mencoba menembus system kemanan jaringan wireless sendiri untuk mendeteksi celah kemanan yang masih ada.
6. Tidak menyebarluaskan SSID, jika diperlukan.
7. Menggunakan password yang rumit pada AP.
8. Memasang firewall.

Rabu, 27 Oktober 2010

Pengertian Sistem Operasi

Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankansoftware aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkansoftware-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masingsoftware tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.
Contoh-contoh dari Sistem operasi Komputer misalnya adalah Windows, Linux, MacOS, dan lain lain

Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text

 Seperti pada sistem operasi yang dapat digunakan pada PC, sistem
operasi jaringan juga bermacam-macam. Banyak perusahaan yang
mengembangkan sistem operasi jaringan dari yang komersial dengan
harga yang mahal sampai ke yang free alias gratis.

Kecenderungan pengembangan sistem operasi dewasa ini mengarah
ke tampilan grafis dengan tampilan yang menarik. Sebagai contoh
sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft dengan produknya
yaitu Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows 2003 Server.
Sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft mempunyai lisensi
komersial artinya untuk menggunakan sistem operasi jaringan dari
Microsoft kita harus membayar lisensi atau dengan membeli sesuai
dengan kebutuhan dan kesepakatan antara pengguna dengan
perusahaan. Selain Microsoft perusahaan yang mengembangkan
sistem operasi jaringan adalah Unix, San Solaris dan perusahaan
lainnya. Salah satu sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara
dengan free adalah Linux. Sistem operasi Linux menyediakan dua
pilihan yaitu mode text dan mode grafik. Hal ini menjadikan linux dapat
berjalan pada mesin komputer yang mempunyai spesifikasi hardware
yang rendah.

Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds mengusung
proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General Public Licence)
yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang haknya
tetapi orang lain dimungkinkan untuk menyebarkan, memodifikasi,
atau bahkan menjual kembali program tersebut tetapi dengan syarat
source code asli harus diikutsertakan dalam distribusinya. Dengan
konsep ini semua orang dapat ikut mengembangkan sistem operasi
dan software berbasis linux.
Dengan lisensi GNU/GPL Linux menjadi salah satu sistem operasi yang
mengalami perkembangan yang sangat cepat, karena Linux
dikembangkan oleh komunitas pengguna sistem operasi open source.
Kelemahan sistem operasi atau yang sering disebut dengan Bug akan
segera diperbaiki oleh komunitas pengguna linux dan dapat langsung
didistribusikan dengan free. Dengan demikian sistem operasi Linux
menjadi sistem operasi yang up to date setiap saat.
Mungkin anda masih bingung dengan Lisensi GNU/GPL, kalau demikian
perusahaan atau orang yang mengembangkan Linux darimana
mendapat keuntungan dan Hak Royaltinya?. Yang dimaksud dengan
GNU/GPL disini adalah bahwa sistem operasi yang dikembangkan
memang bersifat free tetapi pengembang dapat juga menjualnya
dengan harga yang tidak terlalu mahal dan perusahaan dapat
memperoleh keuntungan dari jasa pelayanan instalasi, pelatihan,
imolementasi sistem dan lain sebagainya.

Spesifikasi Hardware
Perkembangan hardware komputer yang cepat diiringi juga dengan
perkembangan software dan sistem operasi yang menuntut spesifikasi
hardware yang tinggi. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk
melakukan instalasi sistem operasi sebaiknya dicek dahulu kebutuhan
minimum harware yang diperlukan. Beberapa sistem operasi
mensyaratkan spesifikasi hardware minimal agar komputer dapat
bekerja secara optimal. Jika spesifikasi hardware kurang memenuhi
syarat maka akan berdampak pada tidak optimalnya kerja sistem
operasi.
Untuk mengetahui spesifikasi hardware komputer dapat dilihat pada
manual book. Jika manual book tidak ada, dapat dilihat spesifikasi
hardware pada saat komputer pertama kali dinyalakan, maka sistem
BIOS akan melakukan cek hardware dan akan menampilkannya di
layar monitor.
Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai
berikut :

Prosesor

risz-panic.blogspot.com

Gambar 1. Prosesor Sebuah Komputer

Prosesor memegang peranan yang sangat dalam sebuah komputer.
Teknologi prosesor mempengaruhi komponen hardware lainnya.
Spesifikasi yang digunakan ditentukan beradarkan clock dan bus.
Prosesor yang biasa digunakan adalah
Prosesor Intel (P I, P II, P II Celeron, PIII, PIII Celeron, P IV, P IV
Celeron, Intel Xeon).
Prosesor AMD (Duron, Athlon, Barton, Opteron)
Prosesor Xyrix
Prosesor Via
Prosesor Transmeta dan lain sebagainya

Motherboard
Motherboard merupakan tempat utama meletakkan periperal
komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis,
kartu suara dan kartu jaringan. Motherboard sebuah komputer
mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi
prosesor yang dipakai. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan
motherboard adalah jenis prosesor apa yang didukung dan chipset
yang digunakan.

Gambar 2. Motherboard Sebuah Komputer
 
RAM (Memory)
RAM merupakan periperal komputer untuk menyimpan data
sementara. Semakin besar RAM maka komputer akan bekerja lebih
ringan.
Spesifikasi RAM biasanya ditentukan berdasarkan besar dan
kecepatannya.
16 MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain
sebagainya.

Hardisk
Hardisk memegang peranan yang sangat penting berhubungan
instalasi sistem operasi. Untuk dapat melakukan instalasi sistem
operasi diperlukan syarat kapasitas hardisk yang cukup dan juga
terkadang diperlukan partisi hardisk.
Hardisk yang ada di pasaran memiliki kapasitas sebagai berikut :
1 GB, 2.1 GB, 4.2 GB, 6.4 GB, 10, GB, 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB,
120 GB, 200 GB dan lain sebagainya.

Kartu Grafis (VGA Card)

Gambar 3. Kartu Grafis (VGA)

Kartu grafis digunakan untuk menampilkan ke layar monitor. Untuk
menampilkan tampilan true color diperlukan spesifikasi kartu grafis
yang baik.
Kartu grafis yang ada di pasaran banyak macam dan jenisnya.
Nvidia Gforce 2 MX, Gforce 4 MX, Gforce FX
Ati Radeon 7200, 9200, 9600, 9800
Voodoo, S3 Savage dan lain sebagainya.

Keyboard 
keyboard yang digunakan dalam komputer mempunyai beberapa port yaitu Serial, PS/2 atau USB.
Mouse
Sama dengan keyboard, mouse mempunyai beberapa port yaitu PS/2 atau USB, Serial, USB.
Monitor
monitor komputer mempunyai ukuran yang beragam
mulai dari 14 “, 15 “ 17 “ 20 “. Teknologi yang digunakan juga
bermacam-macam mulai dari tabung, tabung flat sampai ke LCD.
Sound Card (Kartu Suara)
Sound card merupakan periperal tambahan dalam sebuah
komputer yang mempunyai kegunaan untuk mengolah dan
menghasilkan sinyal audio.
Kartu jaringan (Lan Card)

Gambar 4. Kartu Jaringan

Kartu jaringan merupakan periperal utama dalam jaringan
komputer. Masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan
dengan kartu ini melalui switch/hub.